Minggu, 16 Desember 2012

resensi novel


Rasa Kehidupan
Judul Buku      : Rojak
Penulis             : Fira Basuki
Penerbit           : PT Grasindo
Cetakan V        : 2004
Tebal               : x + 174 halaman
Harga               : -
Hidup tidaklah lengkap tanpa suatu pernikahan. Seperti yang dikisahkan pengarang perempuan kelahiran Surabaya Fira Basuki yang merangkai kisah rasa manis pernikahan yang berbumbu asin, asam, pahit, bahkan pedas melalui novel Rojak.
Kisahnya tentang pernikahan campuran seorang perempuan bernama Janice Wong keturunan Cina peranakan Melayu yang tinggal di Singapura dengan Setyo Hadiningrat keturunan Jawa yang tinggal di Indonesia. Janice kerab dipanggil Jan. Ibu dua anak ini dikenal pendiam,dan lembut oleh Bernice (sahabat baiknya), namun mengapa perempuan pendiam bisa mendekam di penjara? Kenyataan pahit itu yang membuat saya penasaran sehingga saya tidak ingin melepas buku ini sebelum selesai membacanya.
            Bernice diberikan secarik kertas beserta buku kecil kecoklatan oleh Jan. Sebelum Bernice memberikan buku itu kepada laki-laki yang bernama Eric, rasa penasaran akan isi buku itu mengalahkan segala pemikiran lain. Perlahan-lahan Bernice membuka buku itu. Ternyata banyak curahan hati Jan pada buku kecil kecoklatan itu.
Jan mengalami banyak cobaan dalam rumah tangganya dengan Mas Setyo. Dengan kedatangan Ibu Mas Setyo yang cerewet pada Jan. Namun Jan selalu diam, sabar, dan terus mengalah. Ibu Jan yang ia panggil dengan sebutan Ma pernah berkata pepatah Cina “bu yao pa bu hao hui, jangan pernah takut, jangan menyesal”. Rojak di Indonesia itu disebut rujak, maka itu Ma menyuruh Jan membayangkan segala bentuk arti rojak itu dan mengaplikasikannya dalam rumah tangga. Ketika melihat keadaan rumah yang kacau akhirnya Jan memutuskan untuk mencari pembantu. Alhasil Jan menemukan pembantu bernama Ipah asal Indonesia. Namun lagi-lagi Ibu Mas Setyo tidak suka dengan pilihan Jan.
Untuk menghilangkan penat, Jan jogging di taman luar apartemen dan tidak sengaja bertemu dengan guru yoga bernama Eric. Lama mengenal Eric, timbul suatu perasaan yang berbeda sampai suatu ketika Jan dan Eric melakukan suatu hubungan yang seharusnya tidak mereka lakukan. Di satu sisi Jan merasakan manisnya hubungan tersebut, tapi disisi lain ia merasa bersalah pada Mas Setyo. Namun, ternyata Mas Setyo memiliki rahasia yang tidak diketahui oleh Jan. Mas Setyo selama bertugas ke luar negeri sering melakukan hubungan gelap dengan wanita lain di luar sana.
Eric berkabar bahwa dirinya dijodohkan dengan perempuan pilihan keluarganya, itu membuat hati Jan miris. Sampai suatu ketika Ma meninggal karena virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) atau sindrom pernapasan akut parah. Belum lagi suami, anak-anak dan mertuanya meninggalkan Jan pergi ke Jakarta. Jan mengira semua kesendiriannya ini terjadi karena kutukan sebab dirinya telah menghianati suaminya. Namun ternyata Ipah penyebabnya. Titik kemarahan Jan memuncak, hingga Jan seakan berubah menjadi monster lalu menyiram Ipah dengan air panas. Karena perbuatannya itu Jan masuk penjara. Ia sendiri, sepi, tidak ada yang peduli dengannya.
            Bernice            menangis membaca kisah sahabatnya itu. Dia bersyukur beberapa bulan menikah tiada cerita lain selain bahagia. Namun sejak dua orang berseragam biru (polisi) datang ke rumah Bernice mencari suaminya yang ternyata terlibat hubungan yang seharusnya tidak ia lakukan dengan Jan, Bernice merasa terpuruk. Ternyata Eric yang dimaksud Jan itu adalah Yang Sheng suaminya sendiri yang memang memiliki nama kecil Eric Tan.
            Alur novel ini bagus, dengan bahasa yang mudah dipahami. Fira menciptakan setiap tokoh dengan karakter berbeda, dan selalu menceritakan “alasan” seorang tokoh dalam melakukan perbuatan, termasuk perbuatan negatif.
            Namun, sayangnya ilustrasi gambar pada cover novel ini kurang menarik. Selain itu Fira tidak menceritakan bagaimana Jan bisa bersahabat dengan Bernice.
Novel ini cocok dibaca oleh kalangan remaja yang berumur 17 tahun ke atas karena banyak kalimat yang tidak boleh dibaca oleh anak di bawah umur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar